Cerita Humor Dewasa Lucu 54

Monday, November 30, 2009

Cerita humor dewasa lucu: Special pake telur dua
Si Badu OKB (orang kaya baru). Maklum kebon duren do'i seabreg-abreg, mana harga duren lagi bagus-bagusnye.

Sehabis panen, do'i pengin memanjakan diri, pakansi ke Jakarta. Ngga lupa do'i bawa si Matra'i, centeng kesayangannya.

Sesampai di Jakarta, do'i nginep di hotel bintang lima. Giliran mau makan, dipanggilnya si centeng.

Badu : "He Matra'i....gue pengen makan nasi goreng nih..."
Matra'i : "Siap bos..."
Badu : "Eh . . . jangan lupa yang istimewa"
Matra'i : "Istimewa gimane bos?"
Badu : "Istimewa tu artinye pake telor dua."

Si Matra'i pun segera pergi membeli pesanan si bos. Agak siangan dikit perut si Badu berasa lapar lagi.

Badu : "Matra'i siang-siang begini enaknya makan mi goreng nih. Jangan lupa yang istimewa."
Matra'i : "beres bos..."

Si Matra'i pun segera pergi membeli pesanan si bos. Malam harinya, karena AC hotel yang kelewat dingin, giliran "barang " si Badu yang minta jatah.

Badu : "Matra'i gue pingin 'bodrex' (bobo dengan perex)nih, cariin gue cewek dong. Jangan lupa yang istimewa ye.."
Matra'i : "Beres bos.."

Si Matra'i pun segera ngacir nyari pesenan si bos. Giliran mau diembxx tu cewek, si Badu tereak : "He Matra'i kesini Lu Brengsek lu... Gua kan minta cewek yang istimewa ngapain lu empanin gue bencong..??!!"

Matra'i : "Lho kan sesuai pesanan bos, istimewa, telor nya dua..."


Cerita humor dewasa lucu: Mengintip ayah dan ibu
Pada suatu siang ada sepasang suami istri yang ingin berhubungan intim tetapi terhalang karena saat itu dirumah sedang ada anaknya yang bernama Adrian, maklum rumah mereka sangatlah kecil. Akhirnya sang suami mendapat akal untuk menyuruh anaknya pergi.

Bapak: "Rian, kamu pergi dulu gembalakan kerbau kita!!!!"

Rian : "Ya pak..!"

(Rian tahu bahwa itu hanya akal2an bapaknya supaya bisa berhubungan intim dengan ibunya, diapun urung menggembalakan kerbau dan berencana untuk mengintip bapak ibunya).

Setelah dirasa sudah aman, si bapak mulai bereaksi, berdua tanpa sehelai benang. Si bapak mulai meraba...

Bapak: "Apa ini dek..??"

Ibu : "Ini gunung yang tak terdaki, bang..!"

Bapak: "Apa ini dek..??"

Ibu : "Ini rumput yang sangat luas, bang..!"

Bapak: "Apa ini dek..??"

Ibu : "Ini sumur yang sangat dalam, bang..!"

(Giliran si ibu)

Ibu : "Ini apa bang..??"

Bapak: "Ini tongkat yang tak terpatahkan!"

(Tiba2 Rian tertawa & terdengar oleh bapaknya.)

Bapak: "Rian!! Itu kamu ya..!"

Rian : "Ya.. P.. Pak..!"(dgn gemetar menjawab)

Bapak: "Kamu udah gembalakan kerbau kita..!???"

Rian : "Udah pak..."

Bapak: "Dimana..!???"

Rian : "Di gunung yang tak terdaki..."

Bapak: "Udah kamu kasih makan..!???"

Rian : "Udah.. dirumput yang sangat luas..."

Bapak: "Udah kamu kasih minum..!???"

Rian : "Udah.. disumur yang dalam..."

"RIANNNNN... KAMU NGINTIP YA!!!!!??" (Seru bapaknya sambil memukuli Rian)